A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Undefined variable $kategori_komuditas

    Filename: part/sidebar.php

    Line Number: 31

    Backtrace:

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/views/layout/part/sidebar.php
    Line: 31
    Function: _error_handler

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/views/layout/app.php
    Line: 171
    Function: view

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/libraries/Template.php
    Line: 15
    Function: view

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/controllers/Welcome.php
    Line: 102
    Function: load

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: foreach() argument must be of type array|object, null given

    Filename: part/sidebar.php

    Line Number: 31

    Backtrace:

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/views/layout/part/sidebar.php
    Line: 31
    Function: _error_handler

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/views/layout/app.php
    Line: 171
    Function: view

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/libraries/Template.php
    Line: 15
    Function: view

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/application/controllers/Welcome.php
    Line: 102
    Function: load

    File: /home/ghandiva/desaexport.id/index.php
    Line: 315
    Function: require_once

  • Shopping
  • Track Product

Your Cart

Free shipping for orders under 10km

Kata Cari : indonesia


Admin Nov 15, 2025

Program Desa BISA Ekspor Siap Jadi Lokomotif Ekspor Indonesia

Jembrana, 9 September 2025 – Menteri Perdagangan Budi Santoso memimpin peluncuran Program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (9/9). Mendag Busan menyebut Desa BISA Ekspor sebagai gerakan kolaboratif antara pemerintah dan swasta untuk menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor Indonesia.

Dengan menggali potensi produk unggulan lokal di desa, program ini diyakini mampu menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat desa.

“Hari ini, kita bersinergi meluncurkan Program Desa BISA Ekspor. Keberhasilan ekspor tidak bisa dicapai sendirian, melainkan melalui kerja sama erat pemerintah, swasta, koperasi, dan masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan desa sebagai motor penggerak ekspor Indonesia,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menekankan bahwa Desa BISA Ekspor merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pertanian, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank, Astra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Program Desa BISA Ekspor menyinergikan sejumlah inisiatif pemerintah yang telah berjalan, antara lain Program UMKM BISA Ekspor dari Kemendag, Program Desa Ekspor dari Kemendes PDT, Program Desa Organik dari Kementerian Pertanian, Program Desa Devisa dari LPEI, serta Program Desa Sejahtera Astra. Ke depan, Program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diharapkan dapat bergabung.

Hingga September 2025, pemerintah bersama mitra strategis telah memetakan 2.357 desa ke dalam dua klaster. Sebanyak 741 desa masuk Klaster 1 (siap ekspor), sementara 1.616 desa berada di Klaster 2 dan memerlukan pendampingan lanjutan.

“Sebanyak 741 desa terkategori siap ekspor dan sisanya desa yang perlu pembinaan lanjutan. Semua ini akan difasilitasi dengan pelatihan, klinik bisnis, hingga dukungan agregator dari BUMN dan sektor swasta,” terang Mendag Busan.

Untuk desa yang telah siap ekspor, Kemendag melakukan berbagai langkah promosi, seperti integrasi data eksportir dan agregator ke dalam platform INAEXPORT, fasilitasi business pitching, serta business matching antara eksportir desa dan calon pembeli luar negeri.

Sementara itu, desa yang masih memerlukan pendampingan akan mendapatkan penguatan ekosistem ekspor, meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas produk, pengembangan SDM, perluasan akses pemasaran, dukungan pembiayaan, serta pendampingan sesuai kebutuhan desa.

Sebagai wujud dukungan, turut diluncurkan Logo Desa BISA Ekspor yang merupakan kombinasi TUNESA (Tunas Desa) dan ANYASA (Anyaman Desa). Logo ini melambangkan desa sebagai benih kekuatan ekonomi yang tumbuh melalui kolaborasi, digitalisasi, dan kemitraan lintas sektor.

Selain itu, diperkenalkan pula Dashboard Desa BISA Ekspor yang menyajikan data komoditas desa di seluruh Indonesia secara akurat dan transparan, sebagai panduan bagi agregator, pelaku usaha, pemerintah, dan pembina desa.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, Irjen Kemendag Putu Jayan Danu Putra, serta jajaran pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya.

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria menyampaikan bahwa saat ini terdapat lebih dari 55.941 BUM Desa aktif dan lebih dari 80.000 KDMP yang mengelola berbagai unit usaha strategis.

“Hari ini, kita meluncurkan Desa BISA Ekspor, sebuah inisiatif kolaboratif yang telah memetakan lebih dari 2.300 desa binaan dengan klasifikasi desa siap ekspor dan desa yang masih memerlukan pendampingan,” ujar Ariza.

Perjanjian Kerja Sama Berdayakan Desa

Dalam momentum tersebut, turut ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Kemendag, Kemendes PDT, dan LPEI terkait pemberdayaan desa dalam pengembangan ekspor nasional. Kerja sama ini mencakup pertukaran data, pemetaan dan klasterisasi desa ekspor, hingga penetapan desa percontohan.

Kerja sama ini juga mencakup empat pilar pendampingan, yaitu peningkatan sumber daya ekspor, promosi produk ke pasar global, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan logistik, rantai pasok, dan digitalisasi.

Sukatmo Padmosukarso menjelaskan bahwa Desa BISA Ekspor merupakan pengembangan dari Program Desa Devisa yang digagas LPEI sejak 2019. Program Desa Devisa Kakao Jembrana bahkan telah menembus pasar Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, Jepang, dan Australia.

“Melalui sinergi lintas kementerian dan mitra strategis, kami berkomitmen memastikan desa binaan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar global secara berkelanjutan,” jelas Sukatmo.

Pelepasan Ekspor Produk Desa Devisa

Peluncuran Program Desa BISA Ekspor juga ditandai dengan pelepasan ekspor simbolis, antara lain ekspor kakao fermentasi senilai Rp2,4 miliar ke Prancis, benih bandeng ke Filipina, serta produk hortikultura ke Singapura.

“Ini merupakan capaian awal yang membanggakan dan diharapkan terus meningkat di masa mendatang,” ujar Mendag Busan.

Pembina Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) Agung Widiastuti menegaskan bahwa keberhasilan ekspor kakao Jembrana tidak lepas dari peran Kemendag sebagai fasilitator, termasuk dukungan Atase Perdagangan RI.

“Capaian ini membuktikan bahwa sinergi koperasi lokal dan pemerintah mampu mengangkat potensi kakao Jembrana ke pasar internasional,” tutup Agung.

Admin Nov 15, 2025

Melalui Program Pembinaan Berorientasi Ekspor, Desa-Desa di Jawa Timur yang Siap Go Global, Inilah Beberapa Desa Binaan dan Produknya

Desa Berorientasi Ekspor di Jawa Timur

Provinsi Jawa Timur tidak hanya terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk ekspor.

Hal ini didorong melalui Program Pembinaan Desa Berorientasi Ekspor yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur.

Desa Berorientasi Ekspor merupakan desa yang memiliki potensi produk unggulan untuk menembus pasar internasional atau siap go global.

Produk Unggulan Desa Berorientasi Ekspor

Produk yang dihasilkan berasal dari berbagai sektor, antara lain:

  • Kerajinan dan home décor
  • Perkebunan (kopi, kakao)
  • Pertanian (jagung)
  • Batik
  • Rempah-rempah

Keberadaan desa berorientasi ekspor sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat daya saing Jawa Timur di pasar global.

Peran Disperindag Provinsi Jawa Timur

  1. Mengidentifikasi potensi ekspor dari desa-desa di Provinsi Jawa Timur.
  2. Menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan bagi IKM.
  3. Memfasilitasi sertifikasi dan legalitas ekspor.
  4. Membuka akses pasar internasional melalui business matching dan promosi dagang.

Peran tersebut menunjukkan komitmen Disperindag dalam mendorong produk unggulan desa agar mampu bersaing di pasar internasional.

Contoh Desa Binaan yang Siap Go Global

  • Desa Kasiman, Bojonegoro – Produk home décor
  • Desa Kakao, Mojokerto – Produk perkebunan kakao
  • Desa Gula Aren Temon, Pacitan – Produk gula aren
  • Desa Kerajinan Rotan, Domas, Gresik – Produk rotan

Keberhasilan desa-desa binaan tersebut menunjukkan bahwa dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, peran aktif pelaku IKM, komitmen pemerintah daerah, serta distribusi informasi yang tepat, desa dapat menghasilkan produk berskala ekspor.

Program ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam membina desa-desa lain agar berorientasi ekspor dan mampu menembus pasar internasional.